Antisipasi Gigitan Ular Berbisa, Prajurit TNI Diberikan Serum

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Antisipasi Gigitan Ular Berbisa, Prajurit TNI Diberikan Serum

NEWS POST
Senin, 20 Januari 2020

Pasundan Post ■ Setelah resmi dibuka oleh Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han), para prajurit Kostrad yang baru bergabung dengan Satuan Kostrad akan melaksanakan Latihan Standardisasi.

Mengawali latihan, sebanyak 845 Prajurit Kostrad diberikan Serum Anti Bisa Ular bertempat di Markas Batalyon Mandala Yudha Kostrad di Ciuyah, Rangkasbitung, kemarin.

Komandan Latihan (Danlat) Cakra IX Letnan Kolonel Inf Arynovian Hany Sampurno yang sehari hari menjabat Wakil Asisten Operasi Kaskostrad menegaskan, bahwa seluruh peserta latihan wajib meminum serum anti bisa ular.

"Prajurit petarung beserta seluruh pendukung dan pelatih latihan standardisasi Cakra gelombang IX melaksanakan kegiatan meminum serum anti bisa ular di Batalyon Mandala Yudha Kostrad," ujar Letnan Kolonel Inf Arynovian Hany Sampurno.

"Kegiatan meminum serum ular bisa ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan latihan standardisasi Cakra gelombang IX dapat berjalan dengan baik dan lancar, dan mengurangi dampak efek gigitan ular berbisa pada saat latihan, mengingat dalam tahapan latihan ini ada materi Gunung hutan, rawa laut dan sungai yang masih banyak terdapat hewan liar khususnya ular berbisa," tambah Danlat Letnan Kolonel Inf Arynovian Hany Sampurno.

"Komandan Latihan menegaskan kepada seluruh peserta latihan bahwa serum anti bisa ular ini akan diberikan sebanyak tiga tingkat dan akan berguna selama seumur hidup," tegas Danlat mengakhiri arahannya.

■ R-01/penkostrad