Saat Lebaran, Satu Rumah Warga Mendelem Ludes Terbakar

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Saat Lebaran, Satu Rumah Warga Mendelem Ludes Terbakar

NEWS POST
Minggu, 24 Mei 2020

NEWS POST ■ Sebuah rumah di Dusun Penepen, Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Pemalang, Jawa Tengah habis di lalap api, pada Minggu (24/05/2020) sekitar pukul 07.00 wib.

Kejadian tersebut bermula saat ibu manisah (pemilik rumah) membuat api di tungku untuk merebus air,  setelah api menyala ibu manisah pergi keluar untuk menyuapi anaknya yang masih kecil

Selang beberapa saat terdengar suara kretek kretek di belakang rumah, karena penasaran setelah dilihat ternyata api sudah  membesar dan membakar seluruh ruangan dapur.

Karena panik pemilik rumah langsung keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan warga.

Menurut Kades Mendelem Sirin, mengatakan kejadian tersebut terjadi saat warga sedang melaksanakan sholat id di masjid, di tambah bangunan rumah yang terbuat dari papan dan gribig membuat api cepat meratakan rumah tersebut.

Kebakaran tersebut, kata Pak Kades, hampir merembet kerumah warga yang ada di sebelahnya, beruntungnya ada warga yang sedang mendengarkan khotbah di masjid yang duduk di belakang melihat asap tebal langsung mengecek lokasi asap. 

Mengetahui terjadi kebakaran langsung membantu dan meminta warga lain ikut memadamkan api

Sayangnya, rumah ibu Manisah tidak tertolong,  dan rata dengan tanah. 

"Tetapi rumah sebelahnya bisa tertolong dan sedikit terbakar di bagian belakang rumah," terang pak Kades kepada eraJateng, malam ini.

Dengan adanya kejadian tersebut, Kades Mendelem menghimbau kepada warga agar berhati-hati saat menyalakan tungku supaya kejadian tersebut tidak terulang

"Saya sedang menyiapkan team yang terdiri dari berbagai elemen untuk mengumpulkan dana supaya bisa membantu  keluarga ibu Manisah dan bapak Agung Barno yang rumahnya habis terbakar," ujarnya.

"untuk sementara keluarga korban beserta tiga anaknya tinggal di rumah tetangga sebelahnya sampai rumahnya di bangun kembali," imbuhnya

Sementara itu, warga sekitar lokasi membantu membuatkan rumah darurat di lokasi yang sudah tidak ada kobaran apinya,  dengan bahan seadanya, dan akibat kebakaran tersebut pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.

■ Imam Santoso/Hms