Laode Arumahi : "Bawaslu Sidrap Bisa Menjadi Contoh Bagi Kabupaten Lain"

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Laode Arumahi : "Bawaslu Sidrap Bisa Menjadi Contoh Bagi Kabupaten Lain"

NEWS POST
Sabtu, 26 September 2020

NEWS POST■ Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidenreng Rappang gelar kegiatan Seminar Pengawasan Partisipatif di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sidrap (UMS), Jumat,  (25/9/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) Prof.Dr.Muhammad, S.Ip, M.Si Selaku Narasumber, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provovinsi Sulawesi Selatan Drs. Laode Arumahi, MH, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sidenreng Rappang Asmawati Salam, S.Ag beserta anggota, Unsur Muspida Kabupaten Sidenreng Rappang,  Rektor/Ketua Yayasan, Dekan Universitas Se Kabupaten Sidenreng Rappang,  Serta Perwakilan Mahasiswa Se Kabupaten Sidenreng Rappang Selaku peserta dikegiatan seminar tersebut.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sidenreng Rappang mengapresiasikan terlaksananya kegiatan ini berkat kerja sama antara Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sidenreng Rappang dan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS). 

“Kegiatan ini terlaksana sebagai bentuk tindak lanjut MoU Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sidenreng Rappang dengan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang” Ungkap Asma.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk seminar sekaligus mensosialisasikan pengawasan partisipatif untuk membangun demokrasi yang berkualitas dan jauh dari praktik politik yang mencederai nilai demokrasi di Kabupaten Sidrap.
’’kami mengundang mahasiswa perwakilan masing-masing Universitas atau Sekolah Tinggi Se Kabupaten Sidenreng Rappang karena harapan kami mereka menjadi garda terdepan dalam pesta demokrasi di Kabupaten Sidenreng Rappang’’ Tutur Asma.

Dalam Sambutannya sekaligus membuka acara seminar, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan memberikan sanjungan khusus kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sidenreng Rappang karena mempu mengangkat marwah lembaga dan memberikan yang terbaik bagi lembaga, ini dibuktikan dengan terlaksannya dua kegiatan berturut-turut dengan pelaksanaan yang cukup sempurna.

“Saya selaku Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan sangat bangga terhadap Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sidenreng Rappang karena mampu melaksanakan dua kegiatan yang bertaraf Nasional dengan cukup sempurna, mudah-mudahan Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sidenreng Rappang bisa menjadi contoh bagi Kabupaten/Kota yang lain.”Ucap Arumahi.

Diakhir sambutannya ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa politik uang bukan hanya berbentuk uang namun bisa saja berbentuk barang ataupun janji memberikan uang atau barang agar menjalankan haknya secara tertentu, maka dari itu sedini mungkin kita harus berani menyatakan tidak pada politik uang karena ancamannya Pidana bagi pemberi ataupun penerima.

“jika ada potensi pelanggaran yang akan terjadi agar secepatnya melapor kebawaslu agar diberikan konsekwensi dan turun kelapangan”Tambah Arumahi.

Ketika masyarakat bisa mencegah dirinya tidak melakukan pelanggaran itu sudah luar biasa dan berani menyatakan tidak pada politik uang sudah sangat luar biasa supaya ada kesadaran bagi pemain politik uang bahwa demokrasi di kabupaten Sidrap berjalan dengan baik.

“ Mohon maaf hak politik saya tidak bisa dihargai dengan uang, tolong hormati dan cara berpolitik anda tidak cocok untuk demokrasi kita kedepan”Tutup Arumahi.

Dalam materinya ketua DKPP RI pertama-tama menjelaskan lima syarat pemilihan demokrasi yaitu Regulasi yang jelas dan Tegas, Peserta Pemilu yang taat aturan, Pemilih yang cerdas dan Partisipatif, Birokrasi Netral serta Penyelenggara yang Kompeten dan Berintegritas.

Lanjut materinya Pemilu Jujur dan Adil bisa tercapai apabila masyarakat berpartisipasi tidak melakukan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilu, tidak mengganggu proses tahapan penyelenggaraan, bertujuan meningkatkan partisipasi demokrasi masyarakat secara luas serta mendorong terwujudnya suasana yang kondusif bagi penyelenggara pemilu yang aman, damai, tertib dan lancar.

“ Demokrasi yang diawali dari pemilu, harus menghasilkan pemimpin yang berintegritas, serta pemilu yang integritas diawali dari penyelenggara pemilu yang berintegritas” Ucap Prof.Muhammad.

Selanjutnya Prof.Muhammad menyampaikan bahwa partisipasi pemilih rendah karena beberapa hal yaitu adanya konflik internal dalam parpol yang mengusung calon kandidat dalam pilkada yang belum Inkrah, partisipasi diukur berdasarkan keaktifan dan keterlibatan masyarakat pada tahapan Pilkada sehingga masyarakat tahu siapa yang akan dipilih ketika Pungut Hitung Suara, adanya anggapan masyarakat tentang ketidak netralan penyelenggara pemilu, Paslon dianggap tidak berpotensi sehingga mengurangi ketertarikan masyarakat untuk memilih dan kurangnya sosialisasi penyelenggara pemilu kedaerah-daerah terpencil.

“kami salut terhadap jajaran Bawaslu Sidrap karena tetap melakukan sosialisasi meskipun tidak berpilkada, apalagi gelar kegiatan dua sekaligus bertaraf nasional dalam kurung waktu dua hari dengan pelaksanaan cukup sempurna” Tambah Prof Muhammad.

“saya berharap kepada adek adek mahasiswa dikabupaten Sidenreng Rappang mari bersama-sama mengawal Demokrasi di Bumi Nene Mallomo, agar terwujud pemilu kada yang berintegritas jujur dan dail kedepan “tutup Prof.Muhammad.

Sekedar diketahui setelah acara tersebut selesai, bawaslu sidrap memberikan buku pengawasan pemilu sebagai cendramata kepada pihak terundang dan melakukan penandatangan cindramata oleh Prof.Muhammad.

Iccank IWO