Berita: newspost.my.id,-
Sulawesi Barat – Pesona perempuan Mandar kembali menjadi sorotan sebagai simbol keanggunan dan keluhuran budaya yang tak lekang oleh waktu. Dengan balutan busana adat khas Mandar, mereka tidak hanya menampilkan keindahan fisik, tetapi juga menyuarakan identitas dan warisan leluhur yang terus hidup lintas generasi.
Kain sutra Mandar yang ditenun dengan penuh ketelitian, warna-warna sarat makna, serta perhiasan tradisional yang dikenakan dalam berbagai upacara adat, menjadi bukti bahwa setiap helai busana adalah bahasa budaya. Perempuan Mandar tampil bukan sekadar penghias tradisi, melainkan juga penjaga nilai, penguat fondasi keluarga, serta pilar masyarakat.
Dalam konteks modern, keanggunan perempuan Mandar menghadirkan harmoni antara tradisi dan zaman. Saat mereka berjalan anggun dalam kebaya, sarung sutra, hingga hiasan kepala penuh filosofi, tersirat pesan kebanggaan sekaligus keberlanjutan identitas Mandar. Mereka menjadi representasi nyata bahwa budaya tidak hanya tersimpan di museum atau naskah tua, tetapi hidup dalam diri masyarakatnya.
Mengabadikan perempuan Mandar berarti merawat cerita tentang keteguhan, kecerdasan, dan kehormatan. Pesona mereka adalah pengingat bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, ada keindahan yang tak tergantikan: keanggunan yang lahir dari warisan leluhur dan akan terus terjaga sepanjang zaman.
Sumber: Pesona Mandar
(R.D. Red)