• Jelajahi

    Copyright © NEWS POST | BERITA HARI INI TERKINI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    “H. Mustar Lazim, Mantan Bupati Majene yang Abadi dalam Kenangan Rakyat”

    NewsPost
    Kamis, 28 Agustus 2025, 23:54 WIB Last Updated 2025-08-28T16:54:40Z

    Berita: newspost.my.id,-

    Majene – Nama Alm. H. Mustar Lazim, mantan Bupati Majene periode 1990–1996, mungkin terdengar asing di telinga sebagian masyarakat Majene saat ini, terlebih di kalangan pelajar maupun pemuda. Namun, di balik sepi dari sorotan publik, beliau adalah salah satu putra terbaik Majene yang meninggalkan jejak pembangunan nyata bagi daerahnya.


    Pada masa kepemimpinannya, H. Mustar Lazim dikenal fokus pada pembangunan infrastruktur yang kala itu menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, beliau berani mengambil langkah strategis dengan membangun sarana publik yang hingga kini masih dirasakan manfaatnya.


    Salah satu karya monumental peninggalannya adalah pembangunan jalan pinggir pantai yang menghubungkan Lingkungan Pangali-ali – Cilallang – Tanangan. Jalan ini bukan hanya membuka akses transportasi, tetapi juga menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat pesisir, memudahkan mobilitas nelayan, pedagang, hingga warga yang sebelumnya harus menempuh jalur berliku.


    Tak hanya itu, keberadaan Taman Monumen Posasi atau yang kini dikenal sebagai Taman Lopi Sandeq di Lingkungan Pangali-ali, Kelurahan Pangali-ali, juga lahir dari gagasan visioner beliau. Meski saat ini taman tersebut sudah mengalami banyak perubahan, ide awalnya untuk menghadirkan ruang publik sekaligus ikon budaya bahari Majene tetap tercatat sebagai bagian dari warisan pembangunan beliau.


    Namun, ironisnya, di tengah manfaat besar yang telah beliau tinggalkan, nama H. Mustar Lazim justru seolah terkubur oleh waktu. Generasi muda Majene banyak yang tidak lagi mengenal sosoknya. Padahal, tanpa tangan dinginnya, infrastruktur dasar yang kini menjadi kebanggaan Majene mungkin belum dapat diwujudkan di era itu.


    Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah pembangunan daerah tidak boleh hilang begitu saja dari ingatan kolektif masyarakat. Jasa para pemimpin terdahulu layak diabadikan, bukan sekadar menjadi catatan arsip, tetapi juga menjadi pelajaran dan inspirasi bagi generasi penerus.


    Alm. H. Mustar Lazim bukan hanya seorang birokrat, tetapi juga seorang peletak dasar pembangunan Majene. Kini, saat kita menikmati hasil karyanya, sudah sepantasnya doa terbaik kita panjatkan untuk beliau. (R.D Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini